My facebook

Rabu, 11 April 2012

DAMPAK TAYANGAN TELEVISI BAGI MENTAL DAN MORAL REMAJA

Tidak dapat dipungkiri bahwa televisi di zaman sekarang ini sudah bukan barang langka lagi. Berbeda dengan satu dekade yang lalu, saat negeri ini masih mempunyai satu stasiun televisi yaitu TVRI. Dulu untuk menonton tayangan televisi yang bagus kita masih harus menunggu malam Minggu dan hari Minggu karena pada hari itu lah stasiun televisi milik pemerintah itu menayangkan tayangan yang bagus. Seperti acara musik, film dan yang lainnya.

Tapi saat ini, saat stasiun-stasiun televisi di Indonesia tumbuh bermunculan seperti jamur di musim penghujan, kita semakin mudah menyaksikan tayangan televisi. Kita tinggal memencet remote dan memilih stasiun televisi sesuai selera. Ada musik, sinetron, berita, lawak bahkan gosip yang menjadi salah satu tayangan favorit.

Namun, tanpa kita sadari, lelevisi yang kita harapkan menjadi media informasi dan edukasi telah berubah menjadi tayangan yang lebih mementingkan kepentingan sepihak dengan dihadirkannya tayangan-tayangan yang cukup kontroversial. Mereka lebih suka menayangkan hiburan yang melenakan daripada tayangan yang bisa mendidik pemirsanya. Memang, tayangan yang "mencerdaskan" ditayangkan, seperti Berita, Kuis atau Discovery. Tapi coba kita teliti, berapa persen dari sekian stasiun televisi yang ada yang peduli dengan keadaan bangsa terutama remaja? Sangat jauh dari apa yang kita harapkan. Dan jika kita hanya diam saja dengan fenomena ini, tidak menutup kemungkinan kita lah yang akan menjadi korban dari "kejahatan" tayangan televisi yang semakin mengkhawatirkan ini.

MENUNTUN REMAJA UNTUK HIDUP HEDONISRemaja adalah mereka yang telah meninggalkan kanak-kanak yang penuh ketergantungan dan menuju pembentukan tanggung jawab. Masa remaja ditandai dengan pengalaman-pengalaman yang sebelumnya belum pernah terbayangkan dan dialami. Masa remaja memang usia labil, dalam arti usia tersebut adalah di mana kita butuh eksistensi. Kita ingin diakui oleh orang di sekeliling kita. Nah, kondisi ini membuat remaja rentan, mudah dipengaruhi.

Dan di zaman ini remaja sudah mulai terpengaruh oleh budaya Barat yang salah satunya disajikan melalui tayangan televisi. Sehingga apa yang mereka lihat ingin mereka praktikkan dalam kehidupan sehari-hari. Tayangan sinetron yang melulu menampilkan adegan yang tidak seharusnya dilakukan oleh remaja menjadi salah satu pemicu yang mengubah daya pikir remaja. Mental mereka mulai teracuni dan jika dibiarkan akan berakibat fatal. Kehidupan mereka akan menjadi amburadul tanpa kontrol.

STOP KEKERASAN DI TELEVISIBelum lama ini Negara kita heboh dengan pemberitaan seorang siswa sebuah Sekolah Dasar di Yogyakarta yang luka bagian kepala akibat mempraktikkan tayangan Smack Down yang seyogyanya dinikmati oleh orang dewasa. Anehnya, kasus ini tidak digubris oleh pihak stasiun televisi yang menayangkan adegan kekerasan tersebut. Baru ketika semua pihak protes dan mengancam tayangan tersebut, stasiun televisi yang bersangkutan (LATIVI) menghentikan penayangan acara Smack Down.

Fenomena ini menjadi PR bagi kita untuk lebih selektif memilih tayangan televisi. Lebih-lebih orang tua. Seharusnya para orang tua lebih serius memantau anaknya ketika menonton televisi. Jangan sampai tayangan yang menjadi menu orang dewasa mereka nikmati. Sehingga apa yang kita khawatirkan tidak akan pernah terjadi. Wallahu a'lamu bis shawaab.

*) Disampaikan dalam Diskusi Mingguan Organisasi Santri ISMU, Kamis 21 Des 2006.


Sumber: http://untunx83.multiply.com/journal/item/45/DAMPAK_TAYANGAN_TELEVISI_BAGI_MENTAL_DAN_MORAL_REMAJA

Tidak ada komentar:

Posting Komentar